Abstrak.id – Indah Ika Puspita, ST seorang pegawai ASN di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap layanan Bank BRI. Dia menyatakan bahwa pengalaman buruk yang dialaminya telah menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan.
Menurut Indah, masalah ini dimulai sejak tanggal 25 Juni lalu ketika dia pertama kali mengajukan pengaduan. Namun, baru pada tanggal 10 Juli, dia diminta untuk mengajukan pengaduan kembali.
Indah menjelaskan bahwa sejak awal, dia telah memaparkan kronologi masalah yang dihadapinya, termasuk penambahan biaya tanpa pemberitahuan dan ketidakjelasan dalam transaksi.
Hari ini, ketika Indah mencoba untuk melakukan pembayaran di sekolah menggunakan saldo rekeningnya, dia mengalami kendala yang menghambat kelancaran transaksi tersebut.
“Saya telah menghubungi layanan pelanggan BRI, dan setelah menunggu selama 15 menit dengan percakapan yang panjang, saya diminta untuk menunggu penyelesaian masalah. Namun, tiba-tiba panggilan terputus tanpa pemberitahuan,” ujarnya.
Indah juga mengungkapkan bahwa dia telah melaporkan permasalahan ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan merekam percakapan telepon sebagai bukti. Dia dijanjikan bahwa masalah ini akan diselesaikan pada hari ini.
“Harus saya tegaskan bahwa keluhan saya hanya terkait dengan sistem yang berjalan di BRI, bukan dengan pegawainya,” tambahnya.
Pengalaman Indah menyoroti pentingnya perbaikan dalam sistem layanan pelanggan dan transparansi dari pihak bank untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Hingga berita ini diterbitkan, penyelesaian yang dijanjikan pihak BRI tdk kunjung terjadi. (Ramlan/Abstrak)