Abstrak.id – Muhammad Bakri Nongko berharap Diksarlap Prodi Konservasi Hutan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo, harus memprioritaskan langkah Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).
Hal tersebut dibeberkan Bakri saat memaparkan materi RHL, pada Pendidikan Dasar Lapangan (Diksarlap) hasil inisiasi Prodi Konservasi Hutan UNU Gorontalo, yang berlangsung pada 12 hingga 14 Maret 2021.
Dalam pemaparan materi tentang RHL, Bakri Nongko menjelaskan tentang kondisi hutan Provinsi Gorontalo saat ini.
Lebih lanjut Bakri memberikan gambaran tentang hutan-hutan yang dialihfungsikan oleh masyarakat sekitar kawasan tersebut.
Hal tersebut kata Bakri, menjadi PR kita bersama, mengingat kegiatan tersebut juga berkaitan dengan dapur hidup masyarakat.
“Akan tetapi di sisi lain, jika kegiatan ini berlanjut, maka bencana-bencana alam yang terkait dengan hutan seperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor akan mudah terjadi,” ungkapnya.
Dampak dari itu semua, menurut Bakri, bukan hanya kepada satu orang warga saja, akan tetapi berdampak pada skala desa, kecamatan, kabupaten, maupun provinsi.
“Seperti kerugian material berupa insfrastruktur jalan, jembatan, perkantoran dan lain-lainnya,” ujarnya.
Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut, imbuh Bakri, lahirlah program RHL.
“RHL bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, akan tetapi tanggung jawab semua pengelola ataupun pemangku hutan dan lahan,” katanya.
Kegiatan RHL, lanjut Bakri, dilaksanakan pada bentang lahan, dan dialokasikan pada Daerah Aliran Sungai (DAS).
“Tujuan RHL guna memulihkan, mempertahankan, meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukungnya meningkat,” imbuhnya.
Bakri mengimbau Diksarlap tersebut melahirkan kader-kader konservasi yang dapat menjaga hutan dan lahan agar mampu menciptkan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sehat agar rakyat sejahtera.
“Akan datang suatu masa kekuatan, kekuasaan, keangkuhan, kejayaan tidak berlaku lagi,” tandasnya.
(WA-01)






