Karya: Uyo Kusapa
Ia, putri kelana yang menenteng mimpi kemana saja
Menjejak langkah sejauh rumah dan ibu-bapa,
Sia-siakah perjalanannya?
Di hari kelahirannya
Jauh dari siapa saja yang dikenalnya
Ia membakar dupa, merapal mantra, mengetuk pintu do’a
Menangislah ia
Dengan air mata, dia
Membuang rindu yang membelenggu
Melepas rasa yang mengganggu
Melawan ketakutan yang menunggu
Kini, ingin ku persembahkan sebuah sajak untuknya:
…
Kemuning jingga senja di cakrawala,
Memerah pipinya mendoa harapan
Seakan kini, panjang dan tak terlupakan
Anak-anak itu masih dalam rangkul dan tak ingin lepas
Biar lelah mereka masih tak ingin juga pisah
…
Waktu itu, entah ia malu atau mungkin terlalu patah
Aku mencoba sekuatnya agar tak jatuh dalam tatap sayunya
Saat mata saling temu
…
Setiap perjalanan
Setiap petualangan
Di tiap ingatan
Dia adalah kelembutan dan keteguhan
Kesedihan dan keceriaan,
Ataukah dialah Laila yang berucap
Hanya pecinta yang mengerti
Keindahan yang dicintainya
Boroko, 29 Juni 2022




