Abstrak.id – Salah satu pelaku usaha tambang di Marisa, daeng Rudi berencana akan melaporkan dugaan pencemaran nama baik terhadap dirinya yang disoroti oleh beberapa oknum wartawan dari media online yakni media bercak.id dan salah satu media online dari Kota Gorontalo.
Ada fakta unik yang bertalian dengan pemberitaan sebelumnya mengenai dirinya. Menurutnya bahwa dia tidak pernah menyebut soal pak Yosar dalam rangka mencari modal untuk memenuhi atensi 50 juta itu.
Ia mengaku dihubungi via telepon oleh oknum wartawan bernama berinisial ID dan SVW yang dari media bercak.id bukan oknum wartawan dari media hibata.id.
“Saya hanya dihubungi oleh ID dan SVW, padahal dorang itu setahu saya bukan wartawan dari salah satu media online yang getol memberitakan pertambangan di Pohuwato. cuman dorang bilang ada 3 orang di hotel dan mo suruh pikir karena somo pulang ke kota,” ungkap daeng Rudi.
Daeng Rudi mengakui, bahwa dirinya tidak pernah dihubungi oleh oknum wartawan dari media online yang sering memberitakan pertambangan tersebut.
“Yang hubungi saya itu ID dan SVW yang bukan wartawan dari media online yang sering memberitakan tambang Pohuwato, tiba tiba ada berita terkait saya dan pak yosar, sementara tidak ada saya ba ucap soal 50 juta itu,” Kata Daeng Rudi, Selasa ( 08/04/2025).
Sebelumnya, Oknum-oknum wartawan ini tengah melakukan investigasi untuk memuluskan YR alias Yosar ke penjara.
Akan tetap kenyataannya, yang dilakukan oleh oknum-oknum wartawan tersebut bukan hanya sekedar itu saja namun lebih daripada itu ada skenario tambahan untuk memuluskan dugaan pemerasan terhadap penambang yang ada di Desa Teratai dan Bulangita.
“Dorang datang dilokasi ada 8 orang tapi yang ketemu saya ID dan SVW, terus dorang mo suruh pikir ada 10 orang, abis itu ID dan SVW bersama rekan rekannya pulang, tiba tiba SVW telfon lagi saya disuruh datang di rumahnya Vanda,” lanjutnya.
“Dorang seakan akan paksa saya masuk sama dorang kalau kerja pake alat dan dorang tetap ngotot mo suruh pikir untuk teman temannya wartawan yang dari kota ada 10 orang, itu kata ID dan kepada saya dan saya ada saksi orang-orang saya yang mendengar secara langsung penyampaian mereka kepada saya”, beber daeng Rudi.
Dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum wartawan ini, semakin menggila dengan coba mengarang cerita yang seolah-olah dia mau dibenturkan dengan YR dan itu dilakukan tanpa berpikir panjang soal kode etik jurnalistik dalam tugas dan fungsi mereka sebagai oknum wartawan.
“Daeng pokoknya saya tunggu satu dua, terus saya tanya maksudnya apa, Isran bilang pokok baku mangarti saja, baru saya bilang bagaimana saya mo pikir sementara saya punya anak buah belum dapat apa apa,” papar Daeng Rudi yang disadur dari bahasa oknum wartawan atas nama ID.
Bahkan Daeng Rudi membeberkan, lagi, oknum wartawan itu mencari cari kesalahan Yosar Ruiba alias YR yang seolah olah ada tersimpan dendam dan sakit hati begitu.
“Dorang bilang lagi sama saya, torang ini ba cari cari bukti supaya si Yosar itu ta penjara, torang suka dia dipenjara, tidak hanya itu, saya pun ada saksi yang mana pak yosar minta uang sama Kabilasa 300 ribu perorangan,” ungkap Daeng Rudi sambil menirukan bahasa oknum-oknum wartawan dimaksud. (Rilis).























