Abstrak.id – Dinas PUPR Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) laksanakan Seminar laporan Antara Rencana Induk Sistem pengelolaan Air Limba (RISPAL), Selasa (30/11/202).
Pantauan media abstraksi.id, Kegiatan yang digelar di RM.Laviesta, Desa Kuala Utara, Kecamatan Kaidipang, Bolmut itu, dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bolmut Drs.Hi Amin Lasena M.Ap.
Dalam sambutannya, Amin Lasena menyampaikan beberapa fakta terkait Dampak Sanitasi. Menurutnya dampak sanitasi sangat besar, karena sanitasi tidak hanya berdampak pada kematian namun berdampak juga pada Bidang Ekonomi. Sehingga Dunia Internasional pun menyadari dan mendorong adanya upaya-upaya dalam peningkatan sanitasi.
“Persoalan sanitasi saat ini tak hanya menjadi masalah di Indonesia, bahkan Dunia Internasional pun serius dalam menyoroti persoalan ini,” ucap Wabup.
Di akhir sambutannya, Wabup pun mengajak dan menyerukan kepada seluruh peserta seminar agar kiranya dapat menyimak secara seksama tentang hal-hal yang disampaikan pada forum tersebut.
“Jangan sungkan untuk bertanya kepada nara sumber bila ada hal-hal yang kurang dipahami, karena inilah pentingnya seminar agar kita lebih memahami dan mengimplementasikan dikehidupan kita sehari-hari, ” tutur Wabup diakhir sambutannya.
Ketua DPC Bolmut PDI Perjuangan itu juga berharap, setelah kegiatan seminar ini akan lahir Paradigma baru dalam masyarakat, tentang sanitasi lingkungan yang berkelanjutan agara apa yang menjadi cita-cita Pembangunan Daerah yaitu Jujur, Unggul, Adil dan Sejahtera benar-benar dapat tercapai.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Rudini Masuara, ST, menyampaikan pihaknya akan menindak lanjuti apa yang disampaikan Wakil Bupati tersebut. Dirinya pun menuturkan Dinas PUPR Bolmut saat ini sedang gencar melakukan program Penyehatan Lingkungan Pemukiman yang berkelanjutan.
“Intinya diadakan Rencana induk Sistem pengelolaan Air Limba (RISPAl), tujuannya adalah agar masyarakat dapat menjadi lebih sehat dan lebih produktif terutama program-program yang ramah lingkungan,” ungkapnya.
Masuara juga menuturkan Kegiatan Seminar Sistem pengelolaan Air Limba ini kami laksanakan sebagai salah satu upaya pemerintah daerah untuk merubah paradigma tentang penyehatan lingkungan yang ada dimasyarakat.
“Masyarakat merupakan komponen utama demi terselenggaranya program sanitasi, sehingganya kontribusi masyarakat dilingkungan tempat tinggalnya perlu dioptimalkan. Agar peningkatan peran masyarakat dapat dilakukan, salah satunya dalam bentuk pemeliharaan Infrastuktur Air Limbah yang telah terbangun, ” ucapnya.
Dalam seminar itu juga, Masuara Selalu Kepala Dinas teknis yang menangani program ini, mengatakan pihaknya akan menggenjot pencapaian Sistim pengelolaan Air Limba hingga 100% pada tahun 2022 seperti yang ditargetkan pada level kebijakan Nasional.
(Zhandy/Abstrak)






