Abstrak.id – Menjelang hari raya Idul Adha 1445H, tanda-tanda pemotongan hewan qurban di Masjid Agung Pohuwato belum ada kepastian. Hal itu diungkapkan langsung salah satu tokoh agama Pohuwato yang tak ingin disebutkan namanya, Sabtu (11/5/2024).
“Masjid Agung Pohuwato ini adalah Masjid nya Pemerintah daerah, jadi harus dan wajib untuk diadakan pemotongan hewan qurban. Jangan sampai sama dengan tahun kemarin lagi ini tidak ada pemotongan hewan qurban, soalnya belum ada tanda-tanda kepastiannya,” ungkapnya kepada Abstrak.id.
Ketua Badan Takmirul Masjid Agung Pohuwato, Ramon Abdjul, S.Pd.,M.Pd menyampaikan bahwa sebagai Takmirul Masid Agung yang baru, dirinya sangat mengharapkan Masjid Agung Pohuwato akan ada pendistribusian hewan qurban.
“Soal itu (Pendistribusian hewan qurban) masih akan dirapatkan bersama dengan Pemerintah Daerah. Hasil keputusan rapat itu nantinya yang akan kita pegang. Sebagai Ketua Takmirul Masjid Agung Pohuwato, saya berharap dalam rapat nanti kepastian pemotongan hewan qurban itu disampaikan langsung oleh Kabag Kesra,” ungkap Ramon Abdjul, saat dikonfirmasi Abstrak.id, Kamis (9/5/2024).
Kalaupun dalam rapat nanti tidak adanya pendistribusian hewan qurban di Masjid Agung Pohuwato kata Ramon, pihaknya meminta Kabag Kesra untuk memberikan solusi bagaimana caranya agar Masjid Agung ini ada pemotongan hewan qurban.
“Kalau misalkan tetap tidak ada pemotongan hewan qurban, berarti harus kita bicarakan bersama bagaimana strateginya agar ada pendistribusian hewan qurban. Bukan nanti tiba saat, tiba akal. Karena lebaran Idul Adha ini tinggal beberapa minggu lagi, jadi sudah harus ada persiapan-persiapannya,” tuturnya.
Menurutnya, Idul Adha ini bukan saja pelaksanaan salatnya, tetapi mulai dari pelaksanaan Tonggeyamo, ibadah di Masjid Agung, pemotongan hewan qurban, pendistribusian daging qurban, dan lain sebagainya, termasuk urutan adat yang harus dilaksanakan.
Sementara itu, Kabag Kesra Pohuwato, Fatma Katili saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa hewan qurban ini pengadaannya bukan di bagian Kesra. Artinya secara penganggaran tidak ada di DPA Kesra ataupun di OPD mana pun. Hewan-hewan qurban yang ada ini dihimpun dari OPD-OPD yang memiliki kelompok.
“Saya kasih contoh, di Setda itu kami ada kelompok qurban, kami ada beberapa orang Kabag termasuk pak sekda membentuk kelompok qurban. Dari Kelompok qurban ini nantinya diminta secara ikhlas untuk diserahkan ke Pemda untuk didistribusikan. Untuk pendistribusiannya tentu bukansecara mutlak bukan merupakan kewenangan Kesra,” ujar Fatma Katili.
“Kesra itu akan melakukan pendistribusian sebatas menetukan Masjid mana yang tidak ada hewan qurban atau mungkin disana masyarakatnya banyak, tapi hewan qurbannya sedkit, maka disitulah Pemda mendistribusikannya,” sambungnya.
Ia menjelaskan, mengapa tahun kemarin itu pemotongan hewan qurban ditiadakan, karena hewan qurban nya hanya terbatas, tapi tahun ini alhamdulillah Takmirul Masjid Agung saat ini ada kelompok hewan qurban.
“Itu sudah kami gagas bersama dengan ketua Takmirul Masjid sebelumnya pak Ahmad Djuuna. Jadi tidak mungkin takmirulnya ada kelompok qurban, kemudian disitu (Masjid Agung) tdak ada pemotongan hewan qurban,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).