Menu Tutup

Kapolda Gorontalo Baru Diminta Tuntaskan Masalah Investasi Bodong yang Melibatkan Anggota Polisi di Pohuwato

Abstrak.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Gorontalo, Irjen Pol.Drs. Angesta Romano Yoyol.,MM diminta untuk segera menuntaskan kasus investasi bodong yang melibatkan anggota Polisi di Kabupaten Pohuwato.

Permintaan itu diungkapkan langsung oleh salah satu pemuda Pohuwato, Syahril Razak kepada Abstrak.id, Sabtu (3/5/2023).

“Kami minta Kapolda Gorontalo Angesta Romano Yoyol untuk segera menyelesaikan persoalan investasi bodong yang melibatkan anggota polisi Polres Pohuwato,” ungkap Syahril Razak.

Sejak akhir 2019 kemarin kata Syahril, kasus investasi bodong (Forex) ini sempat membuat heboh masyarakat Kabupaten Pohuwato.

“Karena dalam kasus ini diduga kuat melibatkan banyak anggota Kepolisian di Pohuwato sebagai admin yang menghimpun dana masyarakat atau pun sesama anggota polisi,” tuturnya.

Oleh karena itu, aktivis IMM Gorontalo ini menyampaikan bahwa dalam kasus ini banyak kalangan masyarakat yang mengalami kerugian puluhan hingga ratusan juta rupiah yang tak kunjung kembali.

Meskipun oknum anggota kepolisian Pohuwato yang menjadi trader tersebut sudah  berhasil diamankan oleh Polda Gorontalo, namun masyarakat masih menginginkan uang mereka tetap balik kembali.

Akibat dari investasi bodong ini jelas Syahril, ekonomi Pohuwato terpuruk, hingga jalan satu-satunya sebagai daerah yang memiliki hasil tambang melimpah, menjadi solusi untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi tersebut.

“Ekonomi Pohuwato kemarin terpuruk itu disebabkan oleh investasi bodong yang di pelopori oleh sebagian besar oknum anggota Polres Pohuwato yang menjadi admin dari bisnis ilegal yang telah menipu banyak orang tersebut,” jelasnya.

Mirisnya, kata Syahril, sampai dengan saat ini para oknum kepolisian itu bisa makan enak dan tidur nyenyak tanpa merasa beban terhadap masyarakat yang menjadi korbannya, seolah-olah mereka malaikat tak berdosa.

“Bisnis penipuan yang mereka jalankan itu telah merugikan orang banyak, bahkan menelan korban. Dimana pada waktu itu sangat banyak masyarakat yang bunuh diri akibat bisnis penipuan tersebut,” tuturnya.

“Apalagi bapak Kapolda Gorontalo yang baru ini setau kami adalah orang Reserse. Olehnya kami berharap bapak Kapolda agar segera memproses dan menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, dan menindak tegas terhadap seluruh anggota Polri yang terlibat dalam penipuan massal tersebut,” tutupnya. (Ramlan/Abstrak).