Abstrak.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pohuwato menggelar sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih, khususnya dari kelompok marjinal dan rentan, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
Acara tersebut dilaksanakan di Kedai Inspirasi Marisa pada Jum’at (08/11/2024).
Sosialisasi dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Ketua KPU Pohuwato, Iwan Dolongseda, yang turut dihadiri oleh Anggota KPU Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Iskandar Ibrahim, serta sejumlah narasumber, antara lain advokat Stenly Nipi dan Ketua Relawan Demokrasi, Usman.
Dalam sambutannya, Iwan Dolongseda menegaskan bahwa KPU Pohuwato menargetkan tingkat partisipasi pemilih mencapai 90 persen atau lebih pada Pilkada 2024.
Untuk mencapai tujuan tersebut, KPU Pohuwato mengandalkan berbagai strategi, termasuk peran aktif relawan demokrasi yang akan menyebarkan informasi terkait pemilihan kepada masyarakat.
“Kami aktif menggelar berbagai kegiatan untuk menyampaikan pesan pemilihan, terutama kepada kalangan mahasiswa dan kelompok rentan. Kami berharap pesan ini bisa diteruskan kepada teman, keluarga, dan masyarakat sekitar,” ujar Iwan.
Dalam acara ini, KPU Pohuwato juga menegaskan komitmennya untuk menanggulangi praktik politik uang. Salah satu anggota Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Pohuwato mengajak masyarakat untuk menolak politik uang demi menciptakan pemilih yang cerdas dan berkualitas.
“Mari kita tolak politik uang. Dengan cara ini, kita bisa membentuk pemilih yang cerdas dan berkualitas,” tegasnya.
Iwan Dolongseda, yang juga berprofesi sebagai guru ASN, berharap sosialisasi ini tidak hanya mendongkrak jumlah pemilih, tetapi juga memastikan bahwa pemilih yang terlibat dalam Pilkada memiliki pemahaman yang baik.
“Kami tidak hanya ingin mencapai 90 persen partisipasi, tetapi juga memastikan bahwa 90 persen tersebut adalah pemilih yang cerdas dan berkualitas,” tutupnya. (Ramlan/Abstrak).