Abstrak.id – Oknum mahasiswa diduga menjadi makelar pengurusan Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Para mahasiswa baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mulai merasa resah dan terganggu dengan ulah oknum tersebut.
Pasalnya, sejumlah korban mengaku diiming-imingi kemudahan dalam proses pengurusan. Mengingat betapa banyaknya mahasiswa yang melakukan pengurusan, maka dari itu timbulah inisiatif untuk melakukan pungli seperti ini. Oknum itu juga meminta imbalan kepada mahasiswa baru calon pendaftar KIP-K UNG.
Menteri Dalam Kampus BEM UNG 2021 Firmansyah Madundang turut memberikan komentarnya. Tindakakan seperti ini, kata dia, harus segera dibasmi dari kampus kerakyatan UNG.
“Bagaimana mau merakyat sementara masih ada saja pungli yang merajalela, apalagi dilakukan oleh oknum yang diduga sebagai mahasiswa UNG. Kalau sudah begini, pihak birokrasi harus segera mencari tau dan menindaki hal ini. Jangan sampai peristiwa seperti ini justru mencoreng nama baik kampus UNG,” ucapnya.
Di tempat terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM UNG 2021, Andri Aditya Dali saat dimintai tanggapan turut membeberkan keresahannya.
“Harusnya kejadian seperti ini tidak terjadi di kampus terbesar di Provinsi Gorontalo, apalagi sekelas UNG, saya rasa perlu ada tindakan tegas. Terlepas dari siapapun pelakunya, tetap pihak birokrasi harus segera menyelidiki. Bila perlu dibawa ke ranah hukum karena bisa saja masuk dalam kategori pungli, dan jika ini benar, maka tanpa dipungkiri lagi kejadian ini akan mengurangi tingkat kepercayaan mahasiswa terhadap proses seleksi penerima KIP-K di UNG,” tegasnya.
Seperti diketahui, akhir-akhir ini ada oknum dan diduga merupakan mahasiswa UNG telah membuka jasa sebagai “makelar” bagi yang mau mendaftar KIP-K. Oknum itu meminta imbalan setelah pengumuman kelulusan nanti dengan budget sampai jutaan rupiah. Aksi ini digencarkan lewat media “Whatsapp”.
(Reski/Abstrak)