Abstrak.id – Setelah sukses menggelar sosialisasi Sistem Pembayaran Retribusi Secara Non Tunai melalui digital dan gesek chris di Pasar Marisa. Malam ini, Senin (15/8/2022) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) kembali melakukan hal yang sama di Pasar Popayato dengan topik sosialisasi retribusi non tunai secara digital.
Hal ini diungkapkan langsumg Kadis Perindagkop Pohuwato, Ibrahim Kiraman, SE saat dikonfirmasi awak media usai melakukan agenda sosialisasi tersebut.
Dijelaskan Kiraman, untuk pasar Marisa, pelaksanaan retribusi secara non tunai melalui digitalisasi telah berjalan selama sepekan.
“Marisa sudah satu Minggu menggunakan pembayaran retribusi secara non tunai,” kata Ibrahim.
Pasar Popayato ini kata Ibrahim, merupakan tempat kedua yang kita laksanakan sosialisasi retribusi non tunai. Target kita sesuai harapan bapak Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga bahwa di tahun 2023, semua pasar sudah menggunakan teknologi digitalisasi untuk pembayaran retribusi non tunai.
“Insya Allah target kita akan tercapai secara maksimal,” imbuh mantan Kabid Perdagangan dan Camat Duhiadaa tersebut.
Dukungan seluruh stakeholder terang Kiraman, diharapkan dapat mendukung langkah pembayaran retribusi secara non tunai ini.
“Ini meminimalisir kebobolan retribusi dan capaian target PAD,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).