Bebas

Resmi Ditahan, Mantan Kadis Perkim Pohuwato Terancam 20 Tahun Penjara

Abstrak.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo resmi menahan empat orang tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan septic tank proyek Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah bagi kelompok swadaya masyarakat (KSM) di 17 desa di Kabupaten Pohuwato tahun 2021, Jumat (17/6/2022). Empat orang yang ditetapkan tersangka tersebut yakni AS, MIR, NNA, dan HP.

AS yang pernah menjabat Kepala Dinas Perkim Pohuwato itu ditetapkan tersangka dalam kapasitas sebagai pengguna anggaran, MIR ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sementara NNA dalam kapasitas sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan HP dalam kapasitas konsultan swasta.

Terkait dengan hal tersebut, Kejati Gorontalo melakukan penahanan terhadap tiga pejabat dan seorang konsultan tersebut. Mereka digiring ke rumah tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo untuk menjalani masa tahanan selama 20 hari ke depan.

“Tim penyidik dilakukan penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: 499, 500, 501,502/P.5/Fd.1/06/2022, tanggal 17 Juni 2022 selama 20 hari ke depan, dikhawatirkan akan melarikan diri dan berusaha merusak atau menghilangkan barang bukti,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Gorontalo, Mohamad Kasad.

Mohamad Kasad menerangkan, keempat tersangka tersebut diduga melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU. No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU. No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsidair pasal 3 jo.

“Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).

Bebas
Bebas Bebas