Menu Tutup

Saipul-Iwan dan Perebutan Kursi Wakil Ketua DPRD Pohuwato

Abstrak.id – Saat lagi fokus untuk memenangkan pasangan Saipul A. Mbuinga dan Iwan S. Adam sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato, kini muncul persaingan yang kian memanas untuk mendapatkan kursi strategis di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pohuwato.

Dengan julukan Saipul-Iwan Amanah Pohuwato (SIAP), pasangan ini berhasil mendapatkan dukungan penuh dari partai masing-masing dan mengukir nama mereka dalam bursa Pilkada 2024.

Dengan Partai Gerindra yang meraih enam kursi dan Partai Nasdem yang mendapatkan tiga kursi di DPRD Pohuwato pada 14 Februari 2024, perebutan posisi Wakil Ketua DPRD menjadi salah satu agenda utama yang dinantikan.

Perebutan ini tidak hanya melibatkan kader-kader internal partai, tetapi juga memunculkan dinamika politik yang menarik di tingkat lokal.

Di kubu Partai Gerindra, dua nama yang mencuat dalam persaingan ini adalah Hamdi Alamri dan Nirwan Due.

Hamdi Alamri, yang menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Gerindra, merupakan salah satu kandidat kuat.

Keberhasilan Saipul A. Mbuinga dalam Pilkada tidak lepas dari strategi dan dukungan yang dirancang oleh Hamdi.

Namun, untuk meraih posisi Wakil Ketua DPRD, Hamdi harus menghadapi Nirwan Due, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD sekaligus merupakan anggota keluarga Bupati Pohuwato yang sedang menjabat.

Hasil pemilihan legislatif menunjukkan Nirwan Due memiliki keunggulan dalam hal suara. Pada pemilu terakhir, Nirwan memperoleh 2.811 suara, sedangkan Hamdi Alamri mengumpulkan 2.226 suara.

Meskipun demikian, angka suara bukanlah satu-satunya penentu dalam perebutan kursi strategis ini. Faktor-faktor seperti loyalitas partai, pengaruh politik, dan strategi internal akan memainkan peran penting dalam keputusan akhir.

Sementara itu, di DPD Partai Nasdem Pohuwato, ketua partai Iwan S. Adam telah resmi mendapatkan rekomendasi sebagai Wakil Bupati mendampingi Saipul A. Mbuinga.

Dengan pengunduran Iwan dari kursi DPRD nantinya, muncul pertanyaan mengenai siapa yang akan menggantikan posisi Iwan dan yang akan mendapatkan posisi sebagai Wakil Ketua DPRD Pohuwato.

Dalam hal ini, beberapa nama muncul sebagai calon potensial, di antaranya adalah Delpan Yanjo, Bendahara DPD Nasdem Pohuwato, dan Wawan Kurniawan Wakiden, Ketua DPC Popayato Timur.

Delpan Yanjo menjadi kandidat utama, mengingat posisinya sebagai Bendahara DPD Nasdem yang berarti memiliki pengaruh signifikan dalam partai.

Namun, Wawan Kurniawan Wakiden juga memiliki ambisi besar untuk meraih posisi tersebut, meskipun harus bersaing dengan Delpan.

Kedua kandidat ini memiliki latar belakang keluarga yang kuat di Pohuwato, di mana orang tua mereka merupakan tokoh masyarakat yang berpengaruh.

Dalam konteks politik lokal, perebutan kursi Wakil Ketua DPRD ini mencerminkan dinamika kekuasaan dan strategi internal partai yang rumit.

Setiap keputusan yang diambil akan mempengaruhi keseimbangan kekuasaan di DPRD Pohuwato dan menentukan arah kebijakan daerah ke depan.

Seiring dengan persaingan yang semakin ketat, seluruh mata publik akan tertuju pada bagaimana partai-partai ini mengelola sumber daya manusia mereka untuk mencapai posisi strategis yang diincar. (Ramlan/Abstrak).