Menu Tutup

Satu Tahun Pemerintahan SMS, Indeks Layanan Infastruktur Capai 87,8 Persen

Abstrak.id – Satu tahun pemerintahan Bupati Pohuwato, Saipul A.Mbuinga dan Wakil Bupati Pohuwato, Suharsi Igirisa (SMS), indeks layanan kepuasan infastruktur tahun 2021 mencapai 87,8 persen, yang sebelumnya ditargetkan hanya sebesar 63,22 persen.

Hal itu diungkapkan langsung Bupati Pohuwato, Saipul A.Mbuinga dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2023, yang berlangsung di Gedung Panua, Rabu 30/3/2022).

Saipul A. Mbuinga menyampaikan Musrenbangda saat ini merupakan agenda yang kedua dalam periode pemerintahan SMS. Tentu hal yang akan dimaksimalkan adalah bagaimana mewujudkan visi dan misi pohuwato sehat, maju dan sejahtera (SMS) di tengah-tengah kondisi kemampuan keuangan daerah yang belum stabil ini.

Meskipun begitu, kata Saipul, dalam satu tahun pemerintahan mereka ini sudah beberapa perkembangan menggembirakan terjadi, diantaranya pertumbuhan ekonomi yang pada 2020 terkontraksi minus 0,18 persen, pada 2021 mulai membaik tumbuh pada angka 2,20 persen.

Tak hanya itu, indeks pembangunan manusia (IPM) yang pada 2020 sebesar 65,37 persen, kemudian naik menjadi 65,80 persen. Selanjutnya indeks kepuasan layanan infrastruktur 2021 ditargetkan 63, 22 persen, alhamdulillah terealisasi sebesar 87,8 persen.

Kepada seluruh delegasi dan juga pemerintah desa dan kelurahan, Saipul mengingatkan, bahwa disamping tugas kita merumuskan perencanaan pembangunan dari masyarakat, kita pun jangan lupa mengedukasi mereka tentang pelaksanaan pembangunan harus dilaksanakan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

“Jika ada usulan kegiatan yang belum terakomodir, itu bukan berarti tidak diindahkan, tetapi pemerintah harus memilih satu atau dua prioritas yang dimampui oleh anggaran yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Baperlitbang Pohuwato, Irfan Saleh menambahkan bahwa sebagaimana diketahui tujuan dari musrenbangda ini adalah mengharmonisasi, mengakomodir berbagai masukkan-masukkan dari desa, kecamatan maupun stakeholder kabupaten.

Dari seluruh hasil usulan baik dari musrenbang kecamatan dan reses DPRD Pohuwato terkumpul sebanyak 749 kegiatan. Artinya, dari aspek perencanaan kita telah memiliki stok kegiatan yang sangat banyak.

“Namun hal ini ini tentu berdasarkan dari kemampuan keuangan daerah, sehingga belum tentu semuanya bisa terakomodir,” imbuhnya. (Ramlan/Abstrak).