Abstrak.id – Terpilih menjadi Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Wakil Bupati Pohuwato, Suharsi Igirisa menyatakan siap mendukung jalannya program Pemerintahan Kabupaten Pohuwato dengan program unggulan sehat, maju dan sejahtera (SMS).
Hal itu di sampaikan langsung oleh Ketua ICMI, Suharsi Igirisa pada pertemuan perdana bersama Wakil Ketua, Arman Mohammad, Sekretaris, Haris Hasan dan para anggota, di Aula Rumah Jabatan Wakil Bupati, Selasa (31/05/2022).
“Malam ini bisa terlaksanakan pertemuan perdana kami bersama pengurus ICMI, dan lebih fokus membahas keberadaan ICMI sendiri di Kabupaten Pohuwato, serta memberikan sosialisasi terhadap AD/ART kepada pengurus serta memberikan gambaran terhadap program ICMI itu sendiri,” ungkap Suharsi.
Wabup Suharsi, mengatakan, program unggulan ke depan yang akan diambil menjadi salah satu brending ialah para wisata yang akan meningkatkan sumber daya manusia dan lain-lain.
“Pada intinya ICMI hadir melalui para cendekiawan muslim Indonesia, memberikan suasana baru dengan pola pikir secara keislaman dan ke NKRI-an serta mencintai pancasila. Kami sampaikan juga program unggulan lainnya masih kami perdalam dengan menampung pola pikir dari sahabat-sahabat ICMI,” katanya.
Selain Program keorganisasian yang mendalam, kata Suharsi, juga akan membantu progrram kemanusiaan secara keseluruhan dan siap mengambil bagian dalam pelaksanaan pelaksanaan tersebut.
“Karena ICMI juga hadir dalam kegiatan sosial yang berbau kemanusiaan seperti kedukaan dan lain sebagainya. Karena kita ketahui bersama yang tergabung dalam ICMI ini banyak para ulama yang mempunya keilmuan secara keislaman,” terangnya.
Sementara itu Sekretaris ICMI, Haris Hasan menjelaskan, kepengurusan ICMI di Kabupaten Pohuwato adalah kepengerusan yang pertama dan telah dilantik oleh Korwil Provinsi yang di hadiri langsung oleh Ketua Umum yang bertempat di Kampus IAIN Gorontalo yang dilakukan secara virtual oleh ketua dan kepengurusannya secara langsung.
“Saya jelaskan lagi ICMI ini adalah organisasi islam yang berasaskan NKRI yang berdasarkan pancasila, dan tentu kami bertanggung jawab terhadap kegiatan kemasyarakatan yang bersifat riset, dan melalui kajian yang mendalam,” imbuhnya.
Menurut Haris, organisasi ICMI ini merupakan kumpulan para cendekiawan dari seluruh kalangan, bukan hanya dari kampus saja, namun dari seluruh elemen pemerintahan, kalangan ulama, bahkan para politisi ada di dalamnya.
Oleh karena itu kata Haris, tujuan ICMI ini ialah bagaimana memecahkan satu masalah yang dihadapi dalam pemerintahan di suatu daerah.
“Mungkin ada hal-hal yang tidak terlibat dari jangkauan mata para pemerintah maka ICMI harus hadir disitu. Sebab mengapa ICMI hadir di tengah-tengah masyarakat pohuwato, karena merupakan porgram ICMI secara Nasional,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).