Abstrak.id – Akhir-akhir ini mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan digemparkan dengan adanya kabar dugaan tentang pelelangan gedung Kampus 3 Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Bukan rahasia umum lagi informasi pelelangan ini telah beredar di beranda media sosial seperti facebook.

Bahkan, terinformasi sudah dilelang pada situs Lelang Indonesia Direktorat Jenderal Kekayaan Negara sejak bulan Maret 2022.
Kisaran harga yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari belasan juta sampai puluhan juta. Seperti diketahui bahwa kampus 3 UNG saat ini menjadi tampat belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi serta Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga.
Reski Laoh, Alumni dari Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga UNG pun angkat bicara tentang kabar pelelangan gedung kampus 3 ini.
Menurutnya, jika alasan pelelangan ini untuk pengembangan kampus yang merupakan sentral lahirnya atlet – atlet berprestasi itu, maka tidak jadi masalah. Karena, kata dia, gedung tersebut merupakan Barang Milik Negara dan tentu telah sesuai prosedural.
Namun, jelas Reski, birokrasi harus memikirkan alternatif bagi mahasiswa yang masih menggunakan gedung tersebut dan jangan langsung dilelang begitu saja.
“Jika gedung dilelang maka salah satu jurusan yaitu Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga dan gedung ormawa akan terkena imbasnya. Sebab, terinformasi bahwa salah satu gedung yang menjadi kantor jurusan juga turut dilelang. Harusnya, pihak birokrasi gerak cepat untuk memberikan alternatif bagi mereka, karena sebentar lagi gedung – gedung akan dibongkar. Bukan malah main lelang saja. Kalau sudah jadi begini lalu mahasiswa dan dosen di jurusan mau dikemanankan?” ungkapnya.

Selain itu, Reski turut menambahkan sampai saat ini Kampus 3 UNG masih terus beroperasi seperti sebelumnya sekalipun sudah dalam tahapan lelang. Begitupun dengan Kantor Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga yang merupakan pusat pengurusan administrasi mahasiswa jurusan.
“Kantor jurusan masih tetap beroperasi seperti sebelumnya, sekalipun tinggal menunggu waktu pembongkaran jika lelang sudah selesai. Saya khawatir apabila sampai saat pembongkaran tiba dan tidak ada alternatif untuk jurusan PKO, maka yakin dan percaya mahasiswa akan terbengkalai dalam pengurusan administrasi. Harusnya birokrasi UNG sebagai satker dalam pelelangan itu turut mengkaji hal kecil seperti ini, agar supaya tidak terjadi konflik antar mahasiswa dan lembaga,” tutup Reski






