Abstrak.id – Gerakan edukasi yang dilakukan relawan pencegahan COVID-19 di Pohuwato menuai respon positif dari masyarakat.
Apresiasi kepada relawan yang tergabung dalam Gerakan Young Volunteer, misalnya, datang dari sejumlah masyarakat di Desa Buntulia Selatan.
Koordinator Young Volunteer Kecamatan Paguat, Rizky Djauhari juga menjelaskan saat timnya melakukan sosialisasi mendapatkan pengawalan dari anggota polsek dan Koramil Paguat.
Saat turun ke lapangan dan melihat relawan Young Volunteer bersama petugas yang menggunakan seragam, masyarakat sempat panik dan segera menggunakan masker.
“Masyarakat paguat yang kami temui di Pasar sebagian besar tidak menggunakan masker, mereka punya masker namun disimpan dalam kantong masing-masing, mereka mungkin belum terbiasa menggunakan masker,” ungkap Rizky.
Koordinator Young Volunteer Kecamatan Duhiadaa, Azhar Baidu mengatakan masyarakat turut memberikan dukungan atas gerakan yang dilakukan pihaknya itu.
Selain memberikan respon positif, ia juga mengaku masyarakat meminta kepada pihaknya dan pemerintah agar menindak tegas dan melakukan pemeriksaan dadakan terkait penggunaan masker.
“Kalau boleh disidak dan ditindak tegas saja agar menimbulkan efek jera kepada pelanggar,” ujar Azhar meniru ucapan salah satu masyarakat yang mereka jumpai.
Gerakan edukasi relawan pencegahan COVID-19 di Pohuwato ini juga ditanggapi Bupati Syarif Mbuinga.
Dirinya menjelaskan jika pelibatan anak muda di Pohuwato ini adalah salah satu strategi pemerintah untuk lebih mengefektifkan gerakan edukasi pencegahan Covid-19.
Ketika ditanyai dengan aspirasi masyarakat yang berharap agar pelanggar diberikan sanksi tegas, Syarif menjawab jika dirinya akan segera berkoordinasi dengan forkopimda serta lembaga pemerintahan terkait hal tersebut.
Pihaknya berharap sebelum adanya penindakan tegas, masyarakat diminta agar diberikan pemahaman dan pendekatan secara persuasif.
“Jika terus melanggar maka tentu akan ditindaki sesuai aturan yang berlaku,” tandas Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga.
(WA – 01)






