Menu Tutup

Inovasi Tusuk Sate, Tuntaskan Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal

Abstrak.id – Target Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dalam penuntasan desa sangat tertinggal dan desa tertinggal akhirnya mampu diwujudkan. Bahkan, target itu sudah dapat dicapai pada 2022 yang awalnya ditargetkan paling lambat tahun 2023.

Berdasarkan data Kementrian Desa melalui Surat Keputusan Menteri Desa bahwa sejak tahun 2018 terdapat 8 desa sangat tertinggal dan 84 desa tertinggal. Sejumlah desa tersebut tersebar di enam Kecamatan se-Kabupaten Bolmut.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bolmut melalui program InovasiĀ  “Tusuk Sate” juga dinilai sukses melakukan pendampingan secara intensif bagi 106 desa di enam kecamatan.

Kesuksesan itu, misalnya, dalam hal mengintervensi program/ kegiatan APBDes dengan harapan semua kegiatan yang direncanakan bisa dituangkan dalam APBDes.

Kemudian mampu mendorong dimensi indeks desa membangun guna memenuhi target penuntasan desa sangat tertinggal dan desa tertinggal.

Berkat dukungan program yang sudah dilaksanakan, juga upaya serta kerja keras pemerintah desa (Pemdes) pemerintah kecamatan, dan pemerintahan daerah itu, penuntasan desa sangat tertinggal dan tertinggal akhirnya dapat diselesaikan.

Hal tersebut ditandai dengan Keputusan Menteri Desa No. 80 Tahun 2022 bahwa Kabupaten Bolmut mendapatkan prestasi Indeks Desa Membangun (IDM). Hasil survei juga merilis desa tertinggal dan sangat desa tertinggal telah diselesaikan maju satu tahun dari target yang diberikan.

“Jadi, berdasarkan data hasil rilis Kementerian Desa, Kabupaten Bolmut pada tahun 2022 ini, terdapat 92 jumlah desa berkembang dan 14 desa maju,” kata Kepala Dinas DPMD Bolmut Fadly T Usup ketika dikonfirmasi media ini, Sabtu (14/8/2021) melalui telepon seluler.

Oleh karena itu, dirinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh kepala desa se-Kabupaten Bolmut atas upaya dan kerja keras yang telah menghasilkan karya nyata. Kemudian mampu menyukseskan setiap program yang ada di desa.

“Oleh karena itu, ke depan ini kita akan terus bergandengan tangan melakukan konvergensi sehingga desa maju bisa bertambah lagi dan desa berkembang bisa menjadi desa yang maju,” kata Usup.

(G/Abstrak)