Abstrak.id – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Mutmainah Korona, sebut Palu tidak aman bagi perempuan. Pemerintah dan pihak keamanaan diminta tingkatkan kewaspadaan dilokasi rawan kejahatan.
“Terkait dengan penemuan mayat perempuan di sekitar pantai di Kampung Lere, ini menunjukan bahwa Kota Palu semakin tidak aman bagi perempuan apalagi di waktu malam hari,” ungkap Mutmainah, pada Minggu 29 Mei 2021.
Ia meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) untuk turun melakukan pemeriksaan di sepanjang pantai kampung lere sampai talise dengan melihat wilayah – wilayah rentan terjadinya kekerasan.
“Sembari pihak kepolisian segera melakukan pengusutan tuntas atas pembunuhan kepada seorang perempuan yang ditemukan di tepi pantai pas depan Grand Duta Hotel,” ujarnya.
Ketua Komisi I DPRD Kota Palu menyarankan kepada pemerintah untuk menginventarisir beberapa spot wilayah yang sangat beresiko terjadinya kekerasan khususnya bagi perempuan dan anak perempuan serta anak-anak.
“Ada banyak titik yang harus segera di pikirkan untuk dibuatkan pola monitoring atau pengadaan pos jaga selain perlu segera dilakukan penerangan di titik tersebut,” jelasnya.
Terakhir ia mengatakan perlu adanya pemberian informasi bagi setiap warga Kota Palu untuk selalu sigap dalam melakukan pelaporan jika ada indikasi kekerasan terjadi, agar pencegahan bisa lebih cepat dilakukan, dan pihak kepolisian pun segera melakukan aksi cepat untuk pencegahan agar tidak ada korban selanjutnya.
“Artinya partisiapasi aktif warga kota palu sangat penting dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap warga kota Palu khususnya bagi perempuan dan anak serta kelompok rentan lainnya. dan penting sekali setiap perempuan diberi pengetahuan bagaimana melindungi diri dari kekerasan dan apa yang harus dilakukan utk upaya pencegahannya,” tutup Mutmainah. (sdk)






