Indeks
Bolmut  

Pekerjaan Jalan Kuala-Pontak Diduga Amburadul, LSM Penjara Soroti Dinas PUPR

Abstrak.id – Harapan masyarakat Pontak, Gihang, dan Kuala untuk menikmati fasilitas jalan yang berkualitas karena dibangun di tiga desa setempat tampaknya tak akan terwujud.

Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua LSM Penjara Julkifli Tamera usai melaksanakan advokasi pada proyek Long Segmen Ruas Jalan Kuala – Pontak yang diduga dikerjakan dengan cara asal-asalan.

“Proyek ini telah masuk pada pelaksanaan pengaspalan. Namun, hal yang sangat disayangkan, proyek ini diduga dikerjakan secara amburadul,” kata Julkifi, Minggu 26 November 2023.

Ia menjelaskan berani mengatakan hal tersebut karena berdasarkan pengawasan yang dilaksanakan LSM Penjara, pihak ketiga nekat melakukan pengaspalan saat kondisi lahan berlumpur.

“Harusnya jika kondisi baru selesai hujan dan berlumpur, tidak boleh melakukan pengaspalan. Mereka melaksanakan pengaspalan itu saat hujan turun. Dan kami punya bukti foto dan video-nya,” tuturnya.

Saat dirinya melakukan pengawasan pada Kamis, 23 November 2023 malam, dirinya juga sempat mempertanyakan dan mengingatkan pihak ketiga yang melaksanakan pekerjaan tersebut.

“Namun, mereka hanya menghiraukan. Bahkan, saat kami tanya kepada pengawas proyek tersebut, mereka menjawab hanya mengikuti perintah pimpinan dinas terkait,” ungkap Julkifli.

Ia menjelaskan kondisi aspal tersebut juga diduga tidak sesuai dengan suhu yang direkomendasikan. Sebab, berdasarkan nota yang ditemukan, aspal tersebut sudah sejak pukul 07.00 Wita saat dibawah pihak perusahaan menuju lokasi pekerjaan.

Kondisi Jalan Kuala-Pontak setelah dilakukan pengaspalan. Foto: LSM Penjara

“Artinya, sudah hampir 24 jam kondisi aspal ini dan baru akan dilaksanakan pengasapalan. Apalagi dilakukan saat kondisi hujan. Kami mengingatkan dinas dan pihak ketiga agar jangan main-main mengerjakan proyek ini,” tegasnya.

Julkifli mengatakan akan menindaklanjuti hasil temuan tersebut dan meminta dinas terkait dan pihak ketiga untuk bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek yang diduga dikerjakan dengan cara asal-asalan dan terkesan amburadul itu.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bolmut melalui Kepala Bidang Bina Marga, Yunita Dama membantah perihal yang disampaikan LSM Penjara itu.

“Pada saat penghamparan aspal, kondisi lahan sudah siap di mana pada saat itu hujan sudah reda. Sebelum aspal dihampar juga dilakukan pembersihaan lahan dengan kompresor angin bertekanan tinggi agar permukaan lahan bebas genangan air sesuai dengan spesifikasi teknis,” tuturnya.

Suhu aspal yang dihampar pada pelaksanaan kegiatan dimaksud, kata dia, juga sesuai dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan dan dilengkapi dengan foto dokumentasi saat pelaksanaan.

“Sedangkan aspal yang suhunya tidak sesuai spesifikasi dikembalikan ke penyedia jasa. Selain itu untuk ruas yang berlumpur tidak dilakukan pengaspalan,” jelasnya.

Yunia Dama mengungkapkan pada saat pengaspalan kondisi lahan dan suhu selalu dipantau oleh pengawas pekerjaan. Sebab, pihaknya ingin memastikan proyek tersebut dilaksanakan dengan baik.

Kondisi suhu aspal saat pengaspalan Jalan Kuala – Pontak. Foto: Dinas PUPR Bolmut

“Untuk setiap pelaksanaan pekerjaan kami selalu mendokumentasikan dalam bentuk foto dan video. Namun, kami juga sangat mengapresiasi masyarakat yang turut serta melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan untuk transparansi dan akuntabilitas,” pungkasnya.