Selamat Hari Bumi: Pengelolaan Alam untuk Keberlanjutan Bumi Kita

  • Bagikan

Hari bumi yang selalu diperingati pada tanggal 22 April memiliki sejarah yang panjang. Dilatarbelakangi oleh lahirnya Gerakan lingkungan pada tahun 1970. Di mana tujuan gerakan tersebut ialah menyuarakan kekhawatiran mereka akan keadaan Bumi dan keberlanjutannya di masa yang akan datang.

Kehawatiran tersebut seperti kegiatan eksploitasi para Kapitalis, khususnya mereka yang berada di negara-negara maju dalam mengelola alam secara berlebihan. Kemudian buangan mesin-mesin pabrik serta asap kendaraan yang mencemari lingkungan, dan juga kejadian tumpahnya minyak di Santa Barbara California.

Disadari oleh mereka, jika hal tersebut tidak dikelola dengan baik mulai saat ini, maka akan berdampak terhadap rusaknya ekosistem, tercemarnya lingkungan, lahirnya bibit penyakit baru yang kesemuanya akan berdampak terhadap Bumi dan manusia. Sehingga dari peringatan hari Bumi ini, manusia sadar akan kondisi, bahwa kita tidak sedang baik-baik saja.

Maka dari itu momentum dari peringatan hari bumi ini kita jadikan sebagai bahan perenungan akan perilaku kita dalam mengelola alam. Karena berbagai fenomena alam yang terjadi saat ini seperti kejadian banjir, tanah longsor, naiknya permukaan air laut dan lain sebagainya memiliki keterkaitan tentang bagaimana cara kita dalam mengelola alam.

Terlebih lagi, kurangnya informasi tentang pengelola alam dan lingkungannya sehingga hal tersebut juga memperparah kondisi Bumi saat ini. Kurangnya minat masyarakat akan akses pendidikan terkait pengelolaan lingkungan dan kehutanan menjadi sebuah bumerang bagi kita. Terlebih lagi Indonesia memiliki hutan hujan Tropis ke tiga terbesar di dunia. Sehingga edukasi pendidikan terkait pengelolaan hutan dan lingkungan harus difokuskan.

Menyadari akan fenomena tersebut, oleh karena itu Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (Unugo) di bawah pimpinan H. Dr. Ridwan Tohopi, M. Si, membuka Prodi konservasi hutan dengan tujuan agar edukasi pendidikan terkait pengelolaan hutan lebih memasyarakatkan.

Sehingga dengan hadirnya Prodi Konservasi Hutan Unugo, sedikit banyak dapat menyumbang laju pengurangan ekspotasi alam yang berlebihan. Karena di Prodi tersebut, memiliki beberapa materi-materi perkuliahan yang lebih difokuskan pada praktek lapangan dalam pengelolaan alam yang lestari dan berkelanjutan dengan memadukan ekologi, ekonomi, dan budaya.

Penulis: Sabaruddin B. S. Hut. M. Hut
Kepala Program Studi Konservasi hutan
Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

  • Bagikan
Bebas
%d blogger menyukai ini: