Beranda / Daerah / Gorontalo / Seleksi PPPK Dinilai Memihak, Ketua BPN HMMI Minta Mendikbud Tinjau Lagi

Seleksi PPPK Dinilai Memihak, Ketua BPN HMMI Minta Mendikbud Tinjau Lagi

Abstrak.id – Ketua Badan Pengawas Nasional Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia (BPN-HMMI), Inkrianto Mahmud meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek), Nadiem Makarrim untuk meninjau kembali pelaksanaan seleksi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek.

“Kami minta Menteri Nadiem Makarim harus tegas dan mampu memberikan solusi terkait hal ini. Sebab, ini menjadi sorotan bagi semua pihak, baik DPR RI, kalangan aktivis maupun organisasi Nasional,” kata Inkri, kepada awak media, Rabu (22/12/2021).

Inkrianto mengatakan, dalam melakukan rekrutmen harus mempertimbangkan segala hal salah satunya melihat masa pengabdian guru honorer.

Menurutnya, dalam Manajemen SDM adalah kunci untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam sebuah perusahaan atau pemerintah adalah pengabdian. Sebab tugas Guru ini adalah tugas paling berat di dunia pendidikan.

Suatu organisasi itu, kata Inkrianto, harus memiliki tenaga kerja yang sesuai dengan kualitas kerja, disiplin kerja, loyalitas, komitmen, efesiensi dan efektivitas kerja hari ini hingga akan datang.

“Bagi saya guru honorer yang bertahun-tahun mengabdi itu sudah menjawab tugas dan tanggung jawab seorang Guru Honorer tersebut. Sebab, mereka sudah loyal dalam mengabdikan sebagai guru honorer bertahun-tahun di Sekolah demi masa depan anak bangsa ke depan,” kata mantan Ketua HMPS Manajemen itu.

Inkrianto menyampaikan, Menteri harus melihat kebutuhan dan keinginan Guru Honorer sampai ke tingkat bawah. Jangan hanya melihat kemampuan mereka dari satu sisi.

“Kasihan mereka hanya soal teknis guru honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun kandas untuk menembus tes PPPK tahun 2021,” imbuhnya.

Disisi lain, Inkrianto pun menyampaikan, kalau hal ini tidak difikirkan oleh Pemerintah, maka Kemendikbud Ristek dinilai tidak mampu mengindahkan mimpi dari seorang guru honorer di pelosok desa.

“Saya berharap pak Menteri Nadiem Makarim mampu mewujudkan
mimpi-mimpi para guru honorer di seluruh pelosok Indonesia,” tandasnya. (Ramlan/Abstrak).

Tag: