Abstrak.id – Manajer Perusahaan PT. Inti Global Laksana (IGL), Burhanuddin menilai ada miskomunikasi terkait pemberitaan disalah satu media online yang menyebutkan sarjanawan lokal Popayato grup tidak berkompoten.
Menurutnya, ada beberapa hal yang disampaikan pihak Perusahaan PT. IGLĀ diasumsikan lain oleh oknum pemuda yang tergabung dalam Badan Advokasi Benteng Alam (BATANGA) Popayato yang akan menimbulkan persepsi lain dikalangan masyarakat.
“Itu hanya kesalahan persepsi saja. Karena poin yang disampaikan anak buah saya ketika melakukan interview, misalnya ada Sarjana Akuntasi, saat kita tanya dasar-dasar akuntansi dijawab tidak tau, ada Sarjana hukum, kami tanyakan tentang hukum adat, hukum acara pidana, hukum acara perdata dijawab tidak tau, bahkan ada juga sarjana yang tidak tau Komputer,” katanya, saat dikonfirmasi Abstrak.id, Kamis (16/12/2021).
Dari beberapa poin ini kata Burhan, diasumsikan oleh oknum pemuda tersebut sebagai penghinaan terhadap para sarjanawan lokal. Meskipun demikian, dirinya selaku pimpinan Perusahaan PT. IGL tidak menginginkan masalah tersebut di besar-besarkan.
“Sampaikan salam maaf saya kepada semua pihak khususnya kepada para sarjanawan lokal yang berada di Kecamatan Popayato grup. Kami sejauh ini tidak menutup hubungan komunikasi dengan siapa pun, ” katanya.
Disamping itu, dia juga menyampaikan bagi masyarakat yang sudah mengajukan lamaran pekerjaan di Perusahaan PT. IGL ini namun belum mendapatkan kesempatan, maka diharapkan untuk tetap bersabar karena proses seleksi di perusahaan kita itu sangat ketat.
“Kalau pun ada diantara teman-teman yang belum beruntung untuk bergabung bersama-sama kita itu tidak terlepas dari mekanisme. Mungkin masih ada peluang lain misalnya menjadi mitra atau lain sebagainya,” tandasnya. (Ramlan/Abstrak).