Abstrak.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pohuwato 2024 semakin mendekat, dan bursa calon bupati serta wakil bupati mulai memanas.
Saat ini, pasangan Saipul A. Mbuinga dan Iwan S. Adam sudah memantapkan diri untuk meluncurkan deklarasi mereka dalam waktu dekat, mempertegas kolaborasi antara Partai Gerindra dan Nasdem yang kini tampak solid.
Namun, perhatian publik kini tertuju pada dinamika terbaru di internal Partai Golkar Pohuwato. Pada Senin (30/7/2024), DPD II Partai Golkar Pohuwato menggelar rapat pleno untuk menentukan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang akan mereka usung.
Hasil rapat pleno menyoroti tiga nama: Suharsi Igirisa sebagai calon Kepala Daerah, dan Nasir Giasi serta Ibrahim T. Sore sebagai calon Wakil Kepala Daerah.
Analisis konstelasi politik saat ini menunjukkan bahwa Partai Golkar berpotensi kalah bersaing dengan pasangan Saipul A. Mbuinga dan Iwan S. Adam jika mereka mengusung Nasir Giasi atau Ibrahim T. Sore sebagai wakil.
Nasir Giasi, meski memiliki elektabilitas tinggi, hanya kuat di wilayah Ibukota Marisa dan sekitarnya. Sementara itu, Ibrahim T. Sore, Ketua Pimpinan Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo, masih relatif tidak dikenal luas di kalangan masyarakat Pohuwato.
Berdasarkan data survei yang diperoleh Abstrak.id pada Jumat (26/7/2024), pasangan yang paling cocok mendampingi Suharsi Igirisa adalah Salahudin Pakaya.
Nama Salahudin Pakaya sudah familiar di kalangan masyarakat Pohuwato setelah sembilan tahun menghilang dari dunia politik. Pada Pilkada 2015, pasangan Salahudin Pakaya dan Burhan Mantulangi meraih 24.670 suara atau 31,23%, sedangkan lawan mereka, Syarif Mbuinga dan Amin Haras, memperoleh 52.835 suara atau 66,87%.
Perbandingan suara menunjukkan bahwa Salahudin Pakaya, meskipun tidak aktif belakangan ini, masih memiliki potensi elektabilitas yang signifikan. Pada Pilkada 2020, suara Saipul A. Mbuinga dan Suharsi Igirisa hanya mencapai 31.190 suara, yang jika dibagi rata menjadi 15.595 suara per calon.
Dengan suara Salahudin Pakaya dan Burhan Mantulangi yang dibagi rata sebanyak 12.335 suara per calon, jelas bahwa Salahudin Pakaya memiliki kekuatan tersendiri.
Jika Suharsi Igirisa dan Salahudin Pakaya bersatu, prediksi menunjukkan bahwa pasangan ini bisa meraih kemenangan dengan kemungkinan mencapai 70 persen.
Saat dikonfirmasi, Salahudin Pakaya menyatakan kesiapan untuk berpasangan dengan Suharsi Igirisa dalam Pilkada mendatang.
“Saya siap jika masyarakat dan Ibu Suharsi Igirisa mengajak saya untuk mendampingi beliau, meskipun saya sebagai Wakil Bupati,” ungkap Salahudin Pakaya dalam wawancara melalui seluler pada Selasa (30/7/2024).
Dengan potensi persaingan yang semakin ketat, Pilkada Pohuwato 2024 dipastikan akan menjadi pertarungan yang menarik dan penuh dinamika. (Ramlan/Abstrak).