Asbtrak.id – Adanya perubahan iklim di suatu wilayah sangat berdampak pada kesehatan masyarakat.
Salah satunya yakni berkembangnya hewan yang membawa penyakit membahayakan bagi manusia seperti nyamuk Aedes Aegypti.
Diketahui nyamuk Aigis aigipti yakni hewan yang menjadi sumber penularan dan penyebab manusia terkena penyakit demam berdarah (DBD).
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bolmut Jusnan C. Mokoginta melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Febrianto Lumoto pada Kamis (8/4/2021).
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang sejak Januari hingga April, sering mengalami perubahan cuaca secara darstis yakni terkadang hujan terkadang cerah.
Hal ini tentu membuat jentik nyamuk aigis aigipti mudah sekali untuk berkembang yang sewaktu-waktu bisa berdampak pada masyarakat.
Untuk mencegah hal itu, Febrianto Lumoto mengingatkan masyarakat agar bisa lebih memperhatikan kondisi kebersihan dan kesehatan di sekitar rumah. Terutama tempat-tempat yang menjadi sarang berkembangnya nyamuk Aigis Aigipti.
“Saya harap dikondisi cuaca saat ini, masyarakat bisa lebih waspadah terutama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan disekitarnya. Misalnya memperhatikan tempat-tempat yang menjadi pembuangan sampah serta genangan air atau kubangan yang tentunya bisa menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk,” ungkapnya saat dihubungi media ini melalui pesan Whatsaap, Rabu (8/4/2021).
Lumoto mengungkapkan untuk mencegah penyebaran wabah penyakit DBD di lingkungannya masyarakat harus memperhatikan 3 M.
Diantaranya menutup dan membersihkan tempat-tempat penampungan air, Tidak menampung dan membuang sampah Rumah Tangga (RT) disekitar rumah, serta memperhatikan dan membersihkan saluran pembuangan air.
Selain itu sebagai bentuk pencegahan, pihaknya juga melakukan Fogging atau pengasapan kepada wilayah-wilayah yang disinyalir atau memiliki riwayat pasien DBD.
“Jadi dalam rangka mencegah penularan DBD, sejumlah desa di Kecamatan Pinogaluman dan Bolangitang Barat di lakukan Foging. Sebab berdasarkan data dari tim surveilens, ditemukan 6 kasus positif DBD,” ujarnya.
Lumoto juga mengingatkan jika masyarakat merasakan adanya gejala-gejala penyakit DBD agar segera mendatangi tempat pelayanan kesehatan.
Gejala atau tanda-tanda awal DBD yang dimaksud, kata dia, demam panas, mual, muntah, muncul bintik-bintik merah, nyeri, sakit pada mata, otot, sendi, dan tulang, sakit kepala.
Sedangkan gejala dan tanda-tanda DBD yang perlu adanya penanganan cepat (parah) yakni sakit perut, muntah setidaknya 3 kali dalam sehari, pendarahan dari hidung atau gusi, muntah darah atau darah di tinja, dan mudah merasa lelah serta gelisah.
Diketahui sejak Januari hingga awal April jumlah pasien DBD di Kabupaten Bolmut yakni berjumlah 8 pasien.
(Zhandy/Abstrak)






