Menu Tutup

Anggaran Pembangunan Jembatan Goyo tak ada Kepastian

Abstrak.id – Pembangunan Jembatan Goyo telah lama dinanti-nantikan. Masyarakat berharap jembatan ini dapat dikerjakan secara profesional.

Pasalnya, anggaran yang dikucurkan dalam proyek tersebut berjumlah besar. Apalagi jembatan ini sebelumnya telah dibangun dengan anggaran berbeda tetapi mangkrak selama 16 tahun.

Pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Keimanga dan Goyo (salah satu wilayah di Desa Ollot II) ini sedang dikerjakan. Anggarannya bersumber dari pemerintah pusat.

Akan tetapi, kejelasan anggaran dalam proyek ini tak ada kepastian. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Investigasi Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Bolmut, Sahrul Pahata pada Rabu, 7 Juni 2023.

“Tidak adanya kejelasan anggaran ini berdasarkan hasil investigasi kami di lapangan. Memang anggarannya itu ditetapkan lima miliar lebih. Namun, tidak semua dikucurkan ke pembangunan Jembatan Goyo,” ucapnya.

Sahrul menyampaikan anggaran lima miliar tersebut dibagi dalam dua pekerjaan. Pertama, Jembatan Goyo. Kedua, untuk pembangunan Jembatan yang ada di Desa Lolan, Kabupaten Bolaang Mongondow.

“Manejer pelaksana proyek itu saat kami tanya tidak mengetahui secara detail anggaran pekerjaan Jembatan Goyo ini. Pelaksana ini hanya menyebut 60 persen dari jumlah anggaran,” katanya.

Sahrul menuturkan setiap pelaksanaan kegiatan harus ada kepastian anggaran. Sebab, sebelum proyek dikerjakan telah dilakukan perhitungan anggaran.

“Maksud kami pihak pelaksana harus menyampaikan secara terbuka perihal anggaran ini kepada publik. Hal ini penting agar diketahui dan masyarakat tidak bertanya-tanya mengenai proyek ini,” jelasnya.

Sahrul meminta pembangunan Jembatan Goyo ini dikerjakan secara profesional. Sebab, masyarakat-lah yang akan menikmatinya di kemudian hari.

“Ini baru persoalan anggaran. Sebab, berdasarkan hasil temuan kami, ada beberapa item teknis, misalnya, dari penggunaan pasir yang kami pertanyakan dan menunggu jawaban pelaksana karena akan dilakukan uji laboratorium,” imbuhnya.

Sebab, kata Sahrul, untuk hasil uji laboratorium pasir di Desa Ollot yang akan digunakan sebagai material pembangunan jembatan ini belum pernah keluar.

“Selama ini, semua pekerjaan struktur yang bermutu tinggi di Bolmut dan bersumber dari uang negara, belum pernah ada yang mengambil pasir dari Desa Ollot sini. Oleh karena itu, ini harus menjadi perhatian pihak pelaksana,” kata Sahrul.

Sementara itu, Manajer Pelaksana Proyek, Yadi, menjelaskan belum adanya kepastian anggaran ini karena adanya perubahan teknis di lapangan.

“Jadi, dari total anggaran, untuk pembangunan Jembatan Goyo itu enam puluh persen. Sisanya empat puluh persen itu untuk pembangunan Jembatan di Lolan,” jelasnya.

Yadi menyampaikan anggaran pembangunan Jembatan Goyo dan Lolan tertuang dalam satu anggaran. Namun, di pisahkan dalam dua pekerjaan.

Yadi menyebut, untuk penggunaan pasir yang diambil dari Desa Olot sini akan dilakukan pengujian ulang di laboratoriun.

Walaupun, kata Yadi, sebelumnya, berdasarkan pengetahuannya telah ada uji laboratorium dari pihak balai.