Abstrak.id – Keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kembali bergejolak. Pasalnya salah satu anak perusahan di PLTU Bolmut naik pitam karena merasa ditipu pihak RSUD.
Informasi yang dirangkum abstrak.id, penyebab yang disanyalir membuat pihak PLTU merasa ditipu yakni terkait pembayaran Jasa MCU (Medical Check Up) di RSUD Bolmut.
Asisten Kepala Produksi PT. PP Presisi yang menangani Proyek PLTU di Bolmut, Irham H saat dikonfirmasi media ini mengatakan pihaknya merasa dirugikan akibat kejadian ini.
Dirinya mengatakan terkait pembayaran jasa MCU pihaknya sebenarnya telah melakukan pembayaran sebagian kepada salah satu petugas rumah sakit (RS).
“Sebenarnya kita udah dua kali melakukan pembayaran dan uangnya kita serahkan langsung kepada salah satu pegawai di RSUD,” ungkap Irham saat ditemui media ini, Rabu (7/4/2021).
Irham menjelaskan kronologi permasalahan ini bermula ketika pihaknya melakukan MCU kepada 60 Calon pekerja ke RSUD Bolmut. Dari 60 orang yang melakukan MCU ini, pihaknya kemudian membayarkan setengah biayanya ke salah satu petugas RS dan menerima kwitansi yang telah dibubuhi tanda tangan penerima dan cap/stempel RS.
“Pas saya melakukan pembayaran kepada pegawai tersebut, saya diberikan kwitansi yang di tanda tanganinya dan ada cap RS juga. Jadi saya pikir sudah sesuai prosedur,” ucapnya.
Namun, lanjut dia, dirinya kemudian ditelepon pihak RSUD Bolmut dan menyampaikan terkait pembayaran Jasa MCU yang sampai Senin kemarin belum melakukan pembayaran sama sekali.
“Saya ditelepon dan diberitahu oleh bagian keuangan RSUD Bolmut untuk segera melakukan pembayaran jasa MCU. Jadi, saya katakan kalau kita sudah membayarkan setengah biayanya kepada salah satu pegawai disitu. Namun, pihak RS mengaku kepada saya belum menerima sama sekali uang pembayaran tersebut,” ujarnya.
Ilham mengungkapkan setelah mendapatkan penjelasan tersebut, pihaknya kemudian mendatangi pihak RSUD untuk melakukan klarifikasi dengan memperlihatkan bukti pembayarannya.
Namun, menurut pihak RSUD, kwitansi tersebut berbeda dengan kwitansi yang saat ini dikeluarkan oleh kasir RSUD.
“Dengan adanya kejadian ini saya merasa tertipu dan dengan terpaksa harus melakukan pembayaran ulang kepada pihak RSUD,” ucapnya.
Padahal, telah ada sejumlah uang yang telah diserahkan kepada oknum pegawai RSUD. Irham menegaskan jika saat ini pihaknya masih menunggu niat baik dari pegawai tersebut untuk mengembalikan uang yang telah diserahkan itu
“Tadi (Rabu, 7/4/2021, baca) kita sudah membayar jasa MCU itu ke bagian kasir RSUD, sedangkan untuk uang yang telah kita serahkan ke pegawai tersebut pada beberapa minggu lalu akan kita minta kembali. Jadi, sampai malam ini kita masih menunggu niat baik darinya,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak RSUD Bolmut Winny Suwikromo saat dimintai keterangan belum memberikan tanggapan mengenai permasalahan tersebut.
(Zhandy/Abstrak)






