Pemukulan TNI-AU pada Warga Papua, BEM UNG: Aparat Jangan Seenaknya

  • Bagikan

Abstrak.id – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (BEM UNG) Rekzy Pramana Mantali angkat bicara terkait insiden pemukulan warga Papua yang dilakukan oleh anggota TNI AU pada (26/07/21).

Menurutnya, anggota TNI harusnya bersikap profesional di tengah masyarakat, dan baiknya jangan bertindak seperti preman.

“Harusnya anggota TNI AU yang melakukan pemukulan terhadap warga Papua tersebut memperhatikan prosedur hukum yang berlaku, jangan bertindak seperti halnya preman, apalagi tindakan melanggar HAM,” ungkap Rekzy.

Sementara itu, Wakil Presiden BEM UNG Wahid Hulopi
turut mengecam tindakan anggota TNI AU tersebut.
Apapun alasannya, kata Wahid, tindakan pemukulan yang dilakukan TNI AU terhadap warga sipil tidak dibenarkan.

“Sebab, ada beberapa poin yang harus diperhatikan dan jelas tertuang dalam KUHP. Apakah sudah tidak ada jalan lain yang bisa dilakukan Anggota TNI AU selain pemukulan?” kata Wahid.

Kronologi pemukulan yang dilakukan oleh oknum TNI AU tersebut berawal dari seorang warga yang diduga dalam kondisi mabuk dan sedang melakukan pemerasan terhadap salah seorang pedagang di sana.

Kemudian, melihat hal itu kedua anggota TNI AU langsung menghampiri dan melakukan pengamanan. Selanjutnya, terjadilah pemukulan. Meski sebelumnya, dua anggota TNI AU menghubungi polsek terdekat, tetapi tidak mendapat respon cepat. Sehingganya terjadilah pemukulan kepada warga Papua itu.

Diketahui korban yang dipukul anggota TNI AU tersebut merupakan penyandang difabel di Papua.

(Rezki/Abstrak)

  • Bagikan
Bebas
%d blogger menyukai ini: