Beranda / Berita / PGSD FIP UNG Fasilitasi Obrolan Karya Gorontalo An Annotated Bibliography

PGSD FIP UNG Fasilitasi Obrolan Karya Gorontalo An Annotated Bibliography

Abstrak.id – Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG, memfasilitasi bedah buku “Gorontalo An Annotated Bibliography 1865-2019 Dokumentasi Pengetahuan Lintas Bangsa”.

Kegiatan bedah buku yang bertajuk Obrolan Karya Gorontalo An Annotated Bibliography 2021 itu, berlangsung di Kantor Pusat Informasi Sejarah dan Budaya Gorontalo, Limboto, Rabu (29/12/2021).

Anotasi tersebut disusun oleh 12 orang. Di antaranya, M. Reski Daud, Riana Diah Sitharesmi, Helman Manay, Delfa Tanus, Sheptiani Rusmaningtias, Arfan Nusi, Ismail Abdul Kadir, Febriyanto, Rochalisa Dama, Samsi Pomalingo, Tonny I. Modeong dan Muhammad Sarlin.

Serta disunting langsung oleh cendekiawan Gorontalo, yang juga sekaligus akademisi PGSD FIP Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Basri Amin.

Hadir sebagai pembahas Rasid Yunus (dosen Universitas Negeri Gorontalo), Darmawati Majid (penulis Kolom Majalah Tempo dan Peneliti di Kantor Bahasa Gorontalo, dan juga Daniel Andrea Kalangle (alumnus UGM Yogyakarta).

Kepala Jurusan PGSD FIP UNG Chandra Cuga, mengatakan kegiatan itu merupakan kerja sama kolaboratif antara jurusannya, dengan Pusat Informasi Sejarah dan Budaya Gorontalo, PSD HB Jassin, AP3G, Gorontalo Post dan termasuk P3D PGSD.

“Jadi, memang ada beberapa yang mengambil bagian dari kegiatan kami. Makanya sifatnya kolaboratif,” ucap Chandra.

Di Jurusan PGSD, kata Chandra, pihaknya selalu mendorong agar tradisi berilmupengetahuan, terutama tentang pengembangan inovasi pendidikan, kebudayaan, sejarah dan sains  terus dikembangkan.

Menurutnya, bukan hanya dalam ruang perkuliahan, termasuk dalam kegiatan riset, pengembangan soft skills dan hard skills terus dikembangkan agar berimplikasi terhadap kompetensi mahasiswa yang berwawasan kebangsaan dan global.

Anotasi Bibliografi yang disajikan dalam bentuk buku bacaan masih langka kita temui, karenanya para penulis hendak mengetengahkan kepada kita semua tradisi literasi yang dikemas secara kreatif dan bermakna. Inilah sebagian alasan mengapa kegiatan diskusi buku hari ini kita lakukan.

“Saya kira, harus ada kerja kolektif antara perguruan tinggi dan pemerintah, serta berbagai komunitas yang ada, sehingga lebih masif lagi untuk pengembangan literasi  budaya dan kewargaan yang kita punya,” bebernya.

Imbuh Chandra, hanya dengan kerja-kerja kolektif itulah, kita bisa memandang peradaban Gorontalo untuk bisa lebih memiliki tempat. Sebab, ungkapnya, Gorontalo begitu kaya dalam hal budaya, seni dan tradisi berilmupengetahuan.

Sementara itu, Staf Khusus Bupati Gorontalo Bidang Sejarah dan Budaya Rustam Tilome, menuturkan bahwa kegiatan itu merupakan kegiatan yang sangat langka.

“Buku yang dibedah ini sangat istimewa. Dengan membaca buku ini, sama halnya kita telah membaca 220 buku sekaligus. Ini sangat luar biasa,” beber Rustam.

Selaku pemerintah, dirinya mengimbau para generasi muda untuk banyak menulis. Karena kekurangan kita dalam hal menulis.

“Kegiatan ini direspon dengan sangat luar biasa oleh Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, sebab beliau juga salah seorang cendekiawan, dan mantan Rektor UNG,” tandasnya.

Tag: