Terungkap !!! Penyelewengan DD di Komus Dua, Adalah Komitmen Kerja TPK dan Aparat Desa

  • Bagikan

Abstrak.id – Terkait dugaan Penyelewengan Dana Desa (DD) di Komus Dua, khususnya pada tahun 2018, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) angkat suara.

Yusak Balasasa selaku TPK di Komus Dua pada tahun 2018 menyampaikan kejadian itu merupakan hasil dari Komitmen kerja antara dirinya dan Aparat Desa kala itu, (Dalam hal ini yang dimaksud adalah Kepala Desa dan Bendahara Desa Komus Dua Periode 2014 – 2020, red).

Dalam penyampaiannya, Yusak menuturkan terkait pembayaran upah  Tukang pada pembangunan jamban tahun 2018 adalah kesepakatan sangadi dengan sejumlah tukang di saat itu dan dirinya hanya mengikuti apa yang disampaikan Kepala Desa.

“Jadi waktu itu, sebelum ini pekerjaan mulai, Sangadi (Kepala Desa, red) bekeng pertemuan dengan bas-bas disini (Para Tukang yang merupakan warga desa setempat, red) untuk mo kase tau depe sewa, pembuatan satu Jamban (per unit, red) waktu itu disepakati Rp 3 Juta atau total 45 juta untuk 15 unit Jamban dan saya juga hadir disitu,” ungkap Yusak kepada media ini.

Padahal, Lanjut Yusak, berdasarkan RAB (Rencana Anggaran Belanja) yang dipeganya, nilai upahnya tidak seperti itu melainkan sebesar Rp 80 jutaan atau perunitnya seharusnya sebesar Rp 5,3 jutaan.

“Karna saya hanyalah TPK dan Sangadi adalah penguasa Anggaran, maka sayapun mengikutinya, dengan dasar komitmen kerja antara saya dan pihak Pemerintah Desa,” ucapnya.

Kepada media ini, Yusak menuturkan seusai pekerjaan itu selesai, sisa anggaran yang ada ditangannya,  dikembalikannya kepada Bendahara Desa dan pengembalian itu diketahui Sangadi saat itu.

“Jadi pas pekerjaan so abis, itu sisa anggaran yang seharusnya untuk sewa bas masih sekitar Rp 35 Jutaan, saya kase sama bendahara kemudian torang (Kita, red) bagi. Saat itu saya, sangadi dan bendahara terima masing-masing Rp 8 Jutaan sedangkan 6 aparat lainnya terima Rp 1,5 Juta,” tutur Yusak.

Yusak juga mengatakan, saat ini sebagian dari Dana tersebut telah dikembalikan kepada para Tukang, pada pekan lalu yakni 18/08/2021. Pengembalian dana itu dilakukan setelah sejumlah Tukang yang mengetahui penyelewengan itu mengadukan hal tersebut ke pihak berwajib.

“Jadi Rabu kemarin (18/8/2021) kita sudah menggantikan sebagian sisa upah para Tukang yang sudah kita bagi, yakni sejumlah Rp 17,6 juta dan itu ada kwitansinya. Sedangkan sisanya lagi akan dilunasi pada pekan ini,” ucap Yusak yang saat ini telah menjabat sebagai Sekertaris Desa Komus Dua.

Pada kesempatan itu, Yusak juga menyampaikan dana yang digunakan untuk mengembalikan upah para tukang tersebut merupakan hasil patungan dari dirinya dan Sejumlah Aparat Desa di tahun 2018.

“Jadi kalau ada kabar yang katakan saya sendiri yang pakai itu uang, itu adalah kalimat orang yang tak bertanggung jawab. Buktinya saja kalau memang mereka merasa tidak memakainya, kenapa mereka mau patungan saat pengemalian kemarin,” Pungkasnya.

Diketahui pada berita sebelumnya dengan judul ‘Diduga Penggunaan DD di Komus Dua Diselewengkan Aparat Desa’, Esra Lamangge (Kepala Desa saat itu, red) menyampaikan dirinya merasa tidak mengetahui penyebab terjadinya ketidak sesuaiannya pembayaran dalam pelaksanaan pembangunan jamban tersebut. Ia menuturkan keseluruhannya telah diserahkan penuh ke TPK.

(Zhandy/Abstrak)

  • Bagikan
Bebas
%d blogger menyukai ini: