Beranda / Ragam / Politik / Kepemimpinannya Dianggap Bikin Kacau DPD Bolmut, Teddy Pontoh Diminta Mundur

Kepemimpinannya Dianggap Bikin Kacau DPD Bolmut, Teddy Pontoh Diminta Mundur

Abstrak.id – Kepemimpinan Teddy Pontoh di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dianggap kacau oleh sejumlah Anggota partai, Simpatisan ataupun mantan Kader PAN.

Hal itu diungkapkan mereka, berdasarkan konflik DPD PAN Bolmut yang saat ini telah menjadi konsumsi publik. Bahkan polemik yang terjadi saat ini tidak hanya pada persoalan PAW namun juga di dalam Internal Partai.

Hasan Patingki: Kepemimpinan DPD Saat Ini Kacau

Hasan Patingky misalnya, salah satu mantan pengurus DPD PAN Bolmut yang kini tak lagi berada di dalam struktur kepengurusan PAN Bolmut.

Saat diwawancarai media ini melalui panggilan whatsapp, menungkapkan kondisi DPD PAN Bolmut saat ini tengah kacau baik konflik PAW ataupun konflik yang terjadi usai penetapan SK kepengurusan DPD Bolmut.

“Dikepemimpinan Ketua DPD saat ini memang banyak kekacauan, tidak hanya permasalahan PAW yang kini telah menjadi konsumsi publik. Tetapi juga diinternal partai saja konflik antar kader belum reda. Bahkan sudah banyak kader yang memiliki potensi sampai meninggalkan partai,” ungkap Ongky sapaan akrabnya, Kamis (13/12/2022).

Amran Walahe: Ketua DPD Lebih Baik Mundur Kalau Tidak Mampu Membawa PAN

Kekecewaan serupa juga disampaikan Amran Walahe Simpatisan sekaligus rekan sejawat Abdul Eba Nani.

Kepada media ini Amran mengungkapkan penyebab kisruh yang terjadi di lingkungan PAN Bolmut adalah Ketidakmampuan Ketua DPD dalam mengelola dan menggerakan Partai.

“Sangat jelas konflik yang saat ini terjadi karena ketidakmampuan seorang Teddy Pontoh dalam mengelola partai. Terlihat dari apa yang di lakukan Oleh Ketua dan Beberapa pengurus Lainya yang sangat nampak mengutamakan Kepentingan Pribadi dan kelompok saja. Padahal jelas dalam AD/ART diatur mengutamakan Kepentingan Organisasi diatas Kepentingan Pribadi dan Golongan,” ungkap Amran yang sebelumnya juga pernah menjadi pengurus PAN.

Amran pun meminta agar Pengurus Pusat maupun Wilayah dapat mencermati kondisi PAN Bolmut saat ini mengingat moment politik yang tinggal 2 tahun.

“Saya harap kalaupun Ketua DPD saat ini tidak mampu mengelola Partai ini, mending mundur saja,” Tuturnya.

Fizal Ismail: Konflik ini Tidak Akan Redam, Karena Kepengurusan Sekarang Adalah Orang-Orang Baru.

Sedangkan menurut Fizal Ismail, Apa yang terjadi dengan PAN Bolmut saat ini, karena kepengurusan saat ini belum terlalu paham dengan kondisi politik serta potensi kader PAN yang ada di Bolmut.

“Kalau dari saya, Formasi kepengurusan DPD PAN yang sekarang sangat memprihatinkan. Baik ketua maupun wakil ketua adalah orang baru di DPD PAN Bolmut. Sehingganya bacaan Politik, baik peta konflik, basis masa ataupun potensi kader belum diketahui. Hal inilah yang bisa menciptakan konflik baik di internal atapun eksternal partai,” ucap Ismail.

Bahkan Ismail mengingatkan kepada pengurus pusat, mereka-mereka yang saat ini tidak berada di kepengurusan DPD PAN Bolmut adalah pemilik – pemilik kantong suara dan jikalau hal ini tidak diseriusi oleh Pengurus Pusat, pasti akan berdampak pada perolehan suara PAN Bolmut kedepan.

“terkait Polemik PAW Abdul Eba Nani, sebenarnya Ketua DPD harus ada pertimbangan Politik. Karena, sampai saat ini Abdul Eba Nani masih melakukan Upaya Keadilan dalam Partai. Bahkan kita belum tau, apa keputusan Partai. Hal yang juga perlu diperhitungkan adalah basis masa mereka yang saat ini tidak lagi dipakai oleh DPD PAN Bolmut. Baik kedua Kader PAN yang telah membesarkan PAN dibolmut hingga mendapatkan dua kursi ataupun para kader-kader pan yang kecewa dan meninggalkan PAN, padahal mereka punya basis masa yang jelas,” jelasnya kepada media ini.

(Abstrak.id)

Tag: