Abstrak.id – Aktivis Gorontalo, Yunus Pasau meminta Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga untuk segera mengganti Direktur PDAM Tirta Maleo, Hairudin Usman. Permintaan itu disampaikan Yunus lantaran dirinya menilai Direktur PDAM Tirta Maleo sering mematikan air tanpa adanya pemberitahuan langsung kepada masyarakat.
“Ini air dari pagi sampe sekarang belum juga jalan, kami juga tidak tau apa kendalanya. Kalau mau mematikan air seperti ini harusnya diberi tau kepada masyarakat agar mereka tau apa penyebab air dimatikan,” kata Yunus, saat dikonfirmasi Abstrak.id, Jumat (17/12/2021).
Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo itu meminta Bupati Pohuwato, Saipul A.Mbuinga agar segera mengganti Dirut PDAM Tirta Maleo yang dinilai sudah semena-mena dalam memutuskan dan membuat kebijakan yang merugikan masyarakat.
Selain itu, Yunu Pasau juga menegaskan, apabila permintan tersebut tidak diindahkan oleh Pemerintah Kabupaten Pohuwato, maka dirinya memastikan dalam waktu dekat akan melakukan aksi unjuk rasa menuntut Dirut Tirta Maleo untuk mundur dari jabatannya.
“Kami juga berharap, Dewan Pengawas Tirta Maleo bisa memberikan nasehat atau wejangan kepada Dirut PDAM untuk tidak semena-mena dalam memutuskan dan membuat kebijakan yang merugikan masyarakat,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Direktur PDAM Tirta Maleo, Hairudin Usman mengatakan, penyebab air dimatikan karena saat ini telah ada perbaikan pipa di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia.
Dia memastikan, bahwa sebentar sore air tersebut akan normal kembali. Terkait hal ini, dirinya meminta maaf kepada masyarakat atas ketidak nyamannya.
“Saya harapkan masyarakat bisa dapat bersabar. Insya allah beberapa jam ke depan air akan kembali normal,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).






