Beranda / Berita / Pemdes Tuloa Inisiasi Pelatihan UMKM, Dua Produk Khas Tercipta

Pemdes Tuloa Inisiasi Pelatihan UMKM, Dua Produk Khas Tercipta

Abstrak.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Tuloa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, menginisiasi pelatihan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Hasil dari pelatihan UMKM yang berlangsung dari Rabu hingga Jumat, 24 Desember 2021 tadi, menghasilkan dua produk khas yang memiliki berbagai varian.

Kedua produk tersebut yakni cemilan Banana Cripss, khas Desa Tuloa. Yaitu keripik pisang dengan taburan keju yang memiliki rasa yang khas dan berbeda dari produk keripik pisang di tempat lain.

Selain Banana Cripss, yaitu permen Sobatul. Sobatul adalah kepanjangan dari Soba Tuloa. Pada dasarnya, permen Soba ini adalah olahan dari gula aren.

Sudah banyak produk semacamnya yang beredar di pasaran. Namun, yang membedakan produk dari Desa Tuloa itu yakni dari segi tekstur serta rasanya yang gurih.

Sebab berasal dari bahan pilihan yang diambil langsung dari pohonnya. Otomatis diolah saat bahan dasarnya masih segar. Karena para pelaku UMKM tersebut juga bertindak sebagai petani bahan dasar kedua produk itu.

Produk UMKM Desa Tuloa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango.

Untuk varian rasa produk Banana Cripss tidak hanya keju saja, ada juga yang ditaburi cokelat, almon, keju almon, dan sagela. Begitu pula dengan produk Permen Sobatul. Varian rasanya juga beragam. Di antaranya, kacang tanah, wijen serta mente.

Kepala Desa Tuloa Marwan Damiti, mengatakan bahwa pelatihan UMKM itu memang merupakan upaya Pemdes dalam peningkatan ekonomi kreatif masyarakat yang ada di desa.

“Seperti yang kita ketahui bersama, dampak pandemi Covid-19, memaksakan masyarakat untuk lebih inovatif dan produktif, dalam meningkatkan aspek ekonomi. Hal ini tentunya harus kita mulai dari desa,” beber Marwan.

Ditambah lagi, kata Marwan, upaya Pemdes Tuloa itu juga selaras dengan komitmen global dan nasional yakni Sustainable Development Goals (SDGs) yang mencakup 17 tujuan.

Sementara itu, Pendamping Lokal Desa (PLD) Tuloa Rasidin Lawani, mengatakan akan bersinergi untuk mengawal kesinambungan program tersebut.

“Insyaallah kita sama-sama, baik itu pemerintah desa, kecamatan, BPD, maupun kami selaku pendamping akan saling bersinergi dalam kontinuitas program ini,” harapnya.

Rasidin juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemdes dan BPD Tuloa, atas perhatiannya kepada kelompok UMKM dalam bentuk alokasi anggaran.

“Program ini dinilai mempunyai korelasi dengan kebijakan pemerintah pusat yang berbentuk Program SDGs, salah satunya adalah ketahanan pangan,” ungkapnya.

Dirinya berharap dapat membangun peradaban kemajuan ekonomi, melalui pemanfaatan potensi lokal desa, dari Bulango Utara untuk Bone Bolango dua kali lebih baik.

Selain itu, ada banyak apresiasi yang dituai atas upaya dalam peningkatan ekonomi kreatif tersebut. Seperti Pendamping Desa (PD) Kecamatan Bulango Utara, Ronal Dhani, serta Under S Lawani.

Kedua pendamping kecamatan tersebut, mengaku sangat mendukung upaya peningkatan ekonomi kreatif yang diinisiasi oleh Pemdes Tuloa itu.

Mereka pula mengaku sangat mengapresiasi peningkatan mutu ekonomi dengan memaksimalkan potensi desa. Sebab, itu menjadi satu bukti bahwa desa tersebut mendukung upaya peningkatan ekonomi.

(WA-01)

Tag: