Abstrak.id – Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mendapat sorotan Warga.
Pasalnya, tidak hanya kenderaan bermotor, tumpukan galon pun nampak menunggu antrian di SPBU tersebut.
Sesuai namanya, SPBU berfungsi sebagai tempat membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) secara eceran atau ritel (Liter, red) bagi kendaraan bermotor baik itu roda dua, tiga, empat maupun lebih.
Akan tetapi yang terlihat di salah satu SPBU yang ada di Kabupaten Bolmut, tepatnya di Desa Kuala Utara, Kecamatan Kaidipang, tak hanya kenderaan bermotor, puluhan galon berukuran 25 liter juga ikut mengantri.
Manajer SPBU Fauzi Alamri mengatakan galon-galon tersebut marupakan milik para petani dan nelayan yang telah mengantongi surat rekomendasi dari pemerintah aerah.
“Galon-galon ini milik para nelayan atau petani setempat yang digunakan untuk menampung bensin (BBM Bersubsidi jenis Premium, red) yang dibeli. Namun, sebelum membeli bensin tersebut, mereka (para petani dan nelayan, red) memperlihatkan surat rekomendasi dari dinas terkait terkait jumlah maksimal yang mereka bisa beli,” ungkap Fauzi saat ditemui dirumahnya, Sabtu (13/3/2021).
Fauzi menjelaskan sebagian besar rekomendasi yang masuk yakni milik para Nelayan dengan pengisian BBM rata-rata 50 sampai 100 liter perharinya, atau 2 sampai 4 galon per 1 rekomendasi.
“Kalau jumlah rekomendasinya ada sekitaran seratusuan lebih dengan rata-rata perorangnya membawa 2-4 galon perharinya,” ucapnya.
Dia menuturkan saking banyaknya rekomendasi yang masuk, sehingga untuk BBM jenis premium setiap kali masuk hanya mampu bertahan selama lima jam.
“Kalau bensin setiap kali masuk ke kita jumlahnya sebanyak 8 ribu barel dan hanya dalam kurun waktu lima jam sudah habis terjual,” tuturnya.
Fauzi berharap dan meminta kepada yang berwewenang agar bisa memperhatikan dan menertibkan keadaan di sekitar pertamina.
Terutama soal tumpukan kenderaan yang mengantri di SPBU ataupun soal tumpukan galon-galon yang berada di sekitaran SPBU.
“Sebenarnya, dengan banyaknya galon serta kenderaan yang berada di sekitaran SPBU, jelas membuat kami khawatir. Sebab, bensin atau solar merupakan BBM yang mudah sekali terbakar. Sehingganya kami berharap kepada pihak yang berwewenang agar bisa melihat dan menertibkan kondisi ini demi Keamanan dan kenyamanan bersama,” pungkas Fauzi.
Sementara di tempat yang berbeda, Suprin M salah satu pengemudi bentor (becak motor, red) saat dimintai tanggapan terkait kondisi dan ketersediaan BBM di SPBU Boroko, mengatakan dirinya dan kebanyakan pengemudi bentor sangat dirugikan. Sebab, setiap kali ingin mengisi bensin selalu tidak kedapatan akibat tak ada lagi tempat antrian.
“So dua bulan ini, so tidak pernah ba isi bensin di pertamina. Karena mo ba antri so tdak modapa lantaran depe antrian bagitu turus, mar bensin abis turus (Sudah 2 bulan tidak lagi melakukan pengisian di SPBU. Karna selalu kehabisan lantaran panjangnya antrian. Walaupun bensin sudah habis antriannya tetap, red),” ungkap Suprin, Ahad (14/3/2021).
(Zhandy)






